Archive for 2014
Dongeng Si Kancil Mencuri Ketimun
By : catatannasantkj1Dongeng Si Kancil Mencuri Ketimun
Dongeng Si Kancil Mencuri Ketimun
Pada saat itu
disebuah hutan dekat pemukiman hidup se ekor hewan bernama kancil, dia
adalah se ekor hewan yang cerdik, pintar dan cerdas, namun karena cuaca
sangat cerah, angin berhembus sepoi-sepoi dan alunan ranting dan
dedaunan membuat si kancil menjadi ngantuk dan tertidur pulas. pada
beberapa saat kemudian ada suara hewan yang ramai berlari-larian dan ber
teriak-teriak sehingga membangunkan si kancil.
"Ayo cepat lari....
selamatkan dirimu ada bencana datang...!!!!" suara hewan lain
berteriak-teriak panik, si kancilpun kaget, kancil mendengar suara itu
semakin lama semakin mendekat kearah kancil dan kemudian kancil melihat
se ekor kambing dan bertanya kancil pada si kambing "hae kambing... ada
apa kamu berlari-larian seperti itu?" jawab kambing "ada kebakaran hutan
cil... ayo cepat lari mencari tempat yang aman".
Kancil pun tanpa
berfikir panjang terus berlari dengan kencang dan mendahului rombongan
hewan yang ber lari lebih dulu. Setelah berlari dengan kencang, perasaan
kancil tidak enak dan berhenti sejenak lalu berkata "Lho... dimana
hewan-hewan yang lain..??" ternyata kancil sudah berlari sangat jauh dan
terjauh dari musibah dan sampai pada suatu daerah yang tidak dikenal
oleh kancil "wah... aku sekarang ada di daerah mana ya... aku kok gak
kenal daerah ini... " dengan wajah lesu dan nafas ter engah-engah
akhirnya kancil beristirahat. setelah hilang rasa capeknya, kancil
berjalan-jalan untuk melihat situasi di sekeliling daerah yang baru di
kenalnya itu.
Tak lama kemudian
terdengar "krucuk... krucuk... krucuk..." dan kancil pun berhenti dan
mendengarkan dengan teliti, ternyata suara itu berasal dari perut
sikancil. si kancil bingung "ow.. ternyata itu suara dari perutku, wah..
aku harus nyari makan nih..." si kancil pun berusaha untuk mencari
makan, dan akhirnya si kancil tiba di sebuah pinggir hutan.
Di pinggir hutan
itu mata kancil melotot sambil berkata dalam hati "wow...!!!!!" ternyata
kancil melihat sebuah ladang dengan tanama sayur mayur yang hijau dan
segar. Segera kancil mendekat kesebuah ladang itu, semakin mendekat
kancil melihat ada sebuah tanaman kesukaanya yaitu mentimun, "Wah..
pucuk di cinta ulam pun tiba.." berkata kancil dalam hati. Dengan
muka lesu dan perut keroncongan kancil pun segera mengambil makanan
kesukaanya , "Huh.... Enak....!!!" kata kancil sambil mengelus perutnya
yang kenyang.
Setelah kenyang
si kancil mencari tempat yang aman untuk berteduh, karena siang itu
cerah dan angin sedikit bertiup spoi-sepoi akhirnya kancil tertidur
dengan di iringi daun yang bergoyang.
Tak lama kemudian
ada pak tani pemilik ladang sayur dan ladang mentimun itu datang lalu
melihat sebagian dari ladangnya berantakan "wah... ladangku kok
berantakan begini.. siapa yangmelakukan seperti ini? pasti ini ada hewan
yang merusak tanamanku" pak tani terus membebahi ladangnya yang rusak
sambil bergunam "awas ya... akan ku basmi siapa yang merusak
tanamanku.."
Sementara itu
kancil terbangun dari istirahatnya, dari tempat itukancil melihar ada se
orang manusia yang tinggi besar berwajah garang "Wuih... siapa itu?
orang kok klihatannya kejam buanget... wow.. takut...!!!" kancil terus
saja memperhatikan pak tani dan menunggu pak tani pergi "kok lama ya...
pak tani kok gak pergi-pergi... aku sudah ketagian ingin makan buah
kesukaanku.."
Dan.... hari
mulai sore dan pak tani meninggalkan ladangnya. sesampai dirumah pak
tani membuat sebuah boneka yang terbuat dari gambut yang menyerupai
manusia untuk di pasang di tengah ladangnya.
sementara pak
tani meninggalkan ladangnya kancil mendatangi ladang dengan wajah yang
cukup gembira karena makanan kesukaannya sudah siap dimakan lagi.
"Kriuk.. kriuk.. kriuk.." suara kancil memakan ketimun, setelah kenyang
kancil meninggalkan ladang dan mencari tempat untuk ber istirahat
dimalam hari.
Dan... sampai
pada dini hari pak tani datang ke ladang membawa boneka yang dibuatyna
tadi sore, pak tani menaruh bonekanya tepat di tengah ladang itu dan di
sekitar boneka itu ada sebuah jebakan kurungan untuk menangkap hewan
yang merusak tanamannya. Setelah terpasang bonekanya pak tani pulang dan
ber istirahat dirumah.
Pagi pun sudah
datang, matari yang merah sudah terlihat, suara burung-burung berkicau
dan hewan lain mulai bergemruh membangunkan si kancil dari mimpi yang
indah diladang mentimun "Huam... ternyata sudah pagi...!!! olah raga
dulu ah... biar segar, biar lemas otot-ototku". Seperti biasa kancil
suka berolah raga setelah bangun tidur dan melemaskan otot yang kaku
agar kembali lebih segar lagi. Setelah beberapa saat kemudian kancil
berjalan-jalan, kancil merasa lapar.. dan kembali lagi ke ladang pak
tani untuk mencari makan.
Setelah hapir
sampai kancil berhenti sejenak lalu tercengung....!!! "Siapa itu? itu
bukan pak tani yang kemarin.. ah.. tunggu dulu sampai tidak ada orang.."
akhirnya si kancil menunggu untuk menunda sarapan paginya. Sudah lama
sekali kancil menuggu ternyata pak tani kok tetap ada di ladang "tumben
nih pak tani di ladang betah amat.. " sikancil bergerutu dalam hati.
Setelah luama
buanget si kancil menunggu paktani pergi, ternyata tetap saja pak tani
tidak pergi-pergi (penulis : "yo mesti gak pergi-pergi lha itu boneka
sawah kok...!!!") akhirnya si kancil tidak tahan lagi dan sikancilpun
memutuskan untuk pergi keladang "ah... masa bodoh kebetulan pak tani gak
pergi-pergi, daripada mati kelaparan aku datangi saja pak tani sekalian
meminta maaf... siapa tahu nanti setelah minta maaf aku di kasih
mentimun satu ladang ini hahahaha..." kancil sedang berhayal rupanya.
Kancil mulai
berjalan dan mendekati boneka pak tani, kancil memanggil pak tani dengan
suara yang keras "pak tani.... " kancil bengong, "pak tani kok diam
saja ya... apa pak tani marah dengan aku karena kemarin sudah mencuri
ketimunnya.." di panggil lagi sama kancil "pak tani..." kancil bengong
lagi "wah iya.. aku langsung minta maaf saja sama pak tani" kancil ber
suara dalam hati. akhirnya kancil meminta maaf pada pak tani "pak tani..
aku minta maaf sudah mencuri dan merusak tanaman pak tani," si kancil
bengong lagi.. dalam hati berkata "pak tani kok diam saja ya..."
anggapan kancil pak tani sudah memaafkan perbuatannya itu, akhirnya
kancil bertanya pada pak tani "pak tani aku boleh ya mengambilnya lagi
aku dari tadi belum makan.." kancil bengong lagi dan berkata dalam hati
"pak tani kok diam ya... brarti pak tani membolehkan makan tanamannya
tak makan" dan si kancil menoleh kanan kiri dan akhirnya melihat
tumpukan mentimun dan berkata lagi dalam hati "wah ternyata pak tani
sudah memaafkan, buktinya aku sudah di siapkan makanan yang segar untuk
aku makan... wah... cocok sekali dengan hayalanku.."
Tak lama kemudian
perut si kancil semakin lama semakin keroncongan, dengan gembiran dan
tidak sabar kancil pun langsung menuju tumpukan mentimun dan buah-buah
segar, oh.. ternyata si kancil tidak tahu kalau itu jebakan.
dengan
tergesah-gesah kancil datang ke jebakan pak tani, karena tidak hati-hati
si kancil melewati tali jebakan sehingga si kancil masuk kedalam
kurungan perangkap pak tani.
(Ternyata semua
keberhasilan dengan merugikan orang lain belum tentu akan terus berjalan
dengan lancar, sesekali pasti akan gagal)
"Tolong...
tolong... tolong..." kancil terus ber teriak meminta tolong, tak ada
satupun yang bisa menolong kancil. sesampai sore hari pak tani datang
untuk melihat jebakannya. ternyata pak tani berhasil. dengan wajah yang
kesal "oh.. ini ternyata yang merusak tanamanku dan mencuri mentimunku,
baiklah nanti malam kamu akan ku jadikan menu makan malam yang lezat"
kancil pun takut dan berteriak "ampun... ampun... ampun... aku jangan di
jadikan menu makan malam mu pak tani.. kasihani aku.. aku disini hanya
sebatang kara..." sikancilpun akhirnya menyesali perbuatannya itu dan
dia mulai jera dengan perbuatannya, pak tani tanpa pandang bulu langsung
membawa pulang si kancil.
Setelah sesampai
dirumah pak tani istirahat. pada saat istirahat sikancil ditaruh di
dekat anjing milik pak tani. kancil merasa takut dan resah karena dia
akan tamat riwayatnya dengan menu makan malam pak tani. akhirnya kancil
berfikir dan mngotak atik pikiran "Bagaimana ya bisa keluar dari
kurungan ini?"
Tak lama
berselang kemudian kancil melihat si anjing milik pak tani sedang
berjalan-jalan di sekitar rumah pak tani dan dipanggil anjing itu oleh
kancil "woe.. anjing.." si anjing berhenti berjalan dan mejawab "Heh..
kamu siapa? aku kok baru melihatmu disini?"
jawab kancil "aku kancil... aku memang baru datang disini"
anjing bertanya lagi "ada apa kamu disini?"
kancil menjawab "hey.. anjing ayo kesini pelan-pelan jangan keras-keras bicaranya"
anjing akhirnya mendatangi si kancil "ada apa cil?"
si kancil mejawab "begini critanya.. nanti malam ada acara yang hebat njing.."
anjing berkata "acara hebat bagaimana?"
sikancil
berbicara "lho.. apa kamu tidak tahu? nanti malam aku akan di ajak pak
tani untuk menghadiri sebuah pesta yang meriah, tapi aku tidak mau
sebenarnya, kalau kamu mau aku bisa bilang pada pak tani agar kamu yang
menggantikan aku dan aku akan menggantikanmu menjaga rumah, bagaimana
menurutmu?"
si anjing
berfikir dan berkata "ah.. kamu pasti bohong, seumur-umur aku disini aku
tidak pernah diajak pak tani pergi ke pesta tp kamu baru disini saja
sudah diajak pergi ke pesta"
si kancil "lha..
maka dari itu mumpung aku tidak mau kamu gantikan saja aku, nanti aku
akan bilang sama pak tani, aku kan teman dekat pak tani"
akhirnya si anjing termakan bujuk rayu kancil
kata si anjing "baiklah.. tapi bagaimana caranya cil..."
si kancil "begini
kamu buka pintu krungan dari depan dan kurungan akan terbuka, saat
terbuka aku akan keluar dan aku segera masuk dalam kurungan ini"
si anjing "ok.. aku paham cil maksudmu, mari kita lakukan.."
akhirnya anjing
melakukan intrupsi dari kancil dan akhirnya kurungan terbuka dan segera
sikancil keluar dan si anjing segra menggantikan posisi si kancil.
si kancil "ok..
bagus banget ini, oh ya anjing, kamu tunggu sebentar disini ya? aku akan
pergi menemui pak tani dan akan aku bilang bahwa kamu siap menggantikan
aku"
anjing "ok cil.. jagan lama-lama soalnya aku sudah tidak sabar lagi untuk pergike pesta"
si kancil "iya.. nyante saja.."
akhirnya kancil
pergi meninggalkan anjing dalam kurungan dan tidak kembali lagi, dengan
kejadian itu kancil sadar bahwa semua yang bukan miliknya tidak berhak
dia miliki, jika dipaksakan akan mendapat hukuman yang setimpal.
Tag :
Cerita Anak-anak,
DONGENG si KANCIL DAN KUDA YANG ANGKUH
By : catatannasantkj1DONGENG si KANCIL DAN KUDA YANG ANGKUH
Mendung masih bergelanyut manja di kolong langit. Pucuk-pucuk dedaunanmasih basah membekas sisa-sisa hujan bagai butiran mutiara.
Sore itu si kancil berjalan di perbatasan hutan. Dia dalam perjalanan
pulang setelah seharian berkeliling hutan menikmati rumput-rumput yang
segar.
Dari kejauhan si kancil melihat kuda yang berlari dengan kencang.
Helai-helai bulu bak rambut yang tumbuh di bagian atas lehernya
tergerai tersapu angin,membuat kuda itu tampak sangat gagah dan
menakjubkan.
Kuda itu terus berlari menghampiri si kancil. Dengan kencangnya dia
melewati si kancil dan menginjak kubangan air di dekat si kancil
hingga air itu muncrat mengenai si kancil yang terkejut.
"Hai kuda..!! Hati-hati kalu berlari. Lihat jalan dong...!!". Teriak kancil.
Merasa dirinya di tegur,kuda itu pun berhenti dan menghampiri si kancil.
"Memangnya kenapa? Ini kan jalan umum,jadi bebas dong!". Kata si kuda membantah.
"Iya.. Tapi lihat-lihat juga pengguna jalan yang lain. Jangan
cepat-cepat kalau lari,ini kan bukan jalan punya nenek moyang mu..".
Kata si kancil sedikit jengkel.
"Lho..memangnya apa urusan mu? Aku mau lari kencang atau tidak,itu kan
hak ku. Paling-paling kau cuma iri karena tak bisa lari secepat aku.
Sudah bukan rahasia lagi bahwa akulah hewan tercepat di seluruh hutan
ini,bahkan harimau dan singa pun tak sanggup mengalahkan
ku..hahaha..". Kata kuda dengan sombongnya.
Merasa dirinya di hina,si kancil pun merasa tertantang. Lalu timbulah
niat nekat di fikiranya...
"Wah..siapa bilang aku akan kalah oleh mu? Kalau kau memang
berani,bagai mana kalau kita adakan lomba lari buat pembuktian".
Tantang si kancil.
"Wah...baik. Siapa takut? Sudah pasti aku yang akan menang..hahaha
Kapan dan di mana tempatnya? Silah kan kamu yang pilih..". Kata si
kuda semakin angkuh.
"Besok sore..di bukit tengah hutan. Siapa yang bisa lebih dulu sampai
di atas bukit,dialah pemenangnya..". Jawab kancil.
"Baik..sampai ketemu besok sore. Dasar kancil pecundang..hahaha...".
Kata kuda sambil berlari meninggalkan kancil.
Esoknya pagi-pagi sekali kancil sudah datang ke bukit. Dia berlatih
dan berusaha mempelajari medan perlombaan.
Sedangkan si kuda seharian tidur dengan bermalas-malasan.
Dia tidak berlatih karena sudah yakin dengan kecepatan yang dia
miliki,dia pasti yang akan jadi pemenangnya.
Ahirnya waktu sorepun tiba. Si kuda datang dengan membawa serta
teman-temanya,tujuanya untuk mengejek kancil ketika dia menang nanti.
Dan teman-teman kancil pun juga datang,mereka ingin memberi dukungan
dan semangat untuk si kancil agar berusaha dan tak gampang menyerah.
Perlombaan pun ahirnya di mulai. Dengan kecepatan yang dia miliki,si
kuda memimpin pada awal pertandingan.
Tapi ketika sampai di tengah perjalanan,keadaan mulai berubah.
Jalanan hutan yang penuh ranting pohon dan semak belukar membuat si
kuda kesulitan berlari,hingga larinya jadi melambat.
Sedangkan si kancil yang telah tau medan karena giat berlatih tak
merasa kesulitan sama sekali.
Dengan tubuhnya yang kecil tapi gesit dan lincah,si kancil dapat
menghindari ranting dan menerobos semak belukar dengan mudah.
Dan ahirnya si kancil dapat memenangkan lomba itu karena kegigihan dan
semangatnya untuk berlatih.
Sedangkan si kuda yang tau bahwa dirinya kalah oleh si kancil,hanya
dapat tertunduk dan merasa sangat malu pada kata-kata sesumbarnya
sendiri.
Dan mulai saat itu,si kuda tak berani menyombongkan diri lagi...
Nah adek-adek yang manis,hikmah yang dapat kita petik adalah...
Jangan pernah merasa sombong dan merasa cukup dengan apa yang kita bisa.
Sehebat apapun dan sepintar apapun kita dalam suatu hal,jangan pernah
malas dan berhenti untuk terus belajar.
Karena keberhasilan itu harus di raih dengan usaha dan kerja
keras,bukan di dapat dengan instan...
Jadi...jangan pernah lupa untuk tetap belajar ya.
Apa lagi kalau pas lagi ada ujian,walau kamu udah merasa pintar...tak
akan menjamin kamu tak akan gagal tanpa adanya belajar. Oke..?
Hehehe... "^_^"
Tag :
Cerita Anak-anak,
Antara Kawan dan Lawan
By : catatannasantkj1"Antara Kawan dan Lawan"
Pagi
yang cerah, matahari orange menemani aktivitas pagi yang indah, membuat semua
tersenyum bahagia...
“
Sher, kepala ku pusing.” Nada lemah Gita membuayrkan konsentrasi teman-temannya
yang tengah mengikuti Upacara Senin Pagi itu.
“Kamu
kenapa Git?” Tanya Sherly sembari memanggil anggota PMR sekolah di barisan
paling belakang. Tak lama kemudian salah satu anggota PMR membopong Gita menuju
UKS. Cewek periang itu kini terbaring lemah di kamar UKS.
“Gita
kenapa ya, perasaan tadi dia baik-baik saja, bahkan ikut bercanda nggosipin
pembina upacara yang bikin ngantuk.”
“Sssst...
udah diem, nanti kita dimarahi kepsek.” Tegur Sherly pada Alita yang juga teman
baik Gita. *** Stengah jam berlalu, riuh hiruk pikuk siswa memecah suasana
ketika protokol upacara mengumandangkan bahwa upacara di bubarkan.
“Aku
ke UKS dulu ya, kalian duluan aja ke kelas.” Kata Alita pada teman-temannya
sambil meangkah menuju UKS yang tak jauh dari lapangan tengah. Sesampainya di
UKS gadis baik hati ini terkejut melihat sahabatnya, tak ada satupun anggota
UKS yang mengurus sahabatnya di sana. Lalu ia mencoba menenangkan Gita yang
tengah muntah, Dengan penuh perhatian ia memberikan segelas air putih hangat
dan memijit-mijit kepala sahabat nya itu.
“Jangan-jangan
dia hamil lagi, maklum anak zaman sekarang.” Ucap salah seorang guru penjaga
UKS dengan nada sinis.” Alita yang mendengar pembicaraan itu tak kuasa melihat
kondisi sahabatnya.
“Tega
benar guru itu, berkata yang tidak semestinya di depan murid.” Gumam Alita
dalam hati.
“Kita
bawa saja kerumah sakit, biar jelas.” Sambung guru lainnya. Akhirnya Gita
dibawa kerumah sakit terdekat. ia mengambil antrean yang membosankan, dan
mengikuti tes kesehatan yang menyakitkan. Bau rumah sakit yang identik dengan
obat-obatan membuat perutnya semakin mual dan kepalanya pusing.
***
Hari semakin terang, matahari semakin tinggi.
Gita kembali ke kelas dengan raut wajah yang sangat lesu dan pucat. Salah
seorang teman menyambutnya dengan penuh tanya.
“Git,
udah sembuh? Kata dokter kamu sakit apa?” tanya citra penasaran. “Aku.. aku..
kata dokter aku terkena gejala TBC..” Jawab gita dengan terbata-bata. Nada
lemah Gita membuat suasana hening. Gita, gadis yang ramah dan periang, yang
selalu membuat teman-temannya tersenyum, yang tak bisa melihat teman-temannya
susah, kini duduk termenung di sudut bangku kelas. Sendirian.. kesepian.. ia
sangat frustasi, tertekan dan merasa tak berarti lagi.. “Apa salah ku ?”
batinnya menangis kesakitan.
***
Malam
kian mencekam, dingin angin malam menusuk sampai ke tulang. Gadis malang ini
terbangun mendengar telpon genggamnya berdering. Sejak pulang dari sekolah, ia
hanya terbaring di tempat tidurnya yang pengap di salah satu kos-kosan dekat
sekolahannya. Di bukanya pesan singkat itu. Ternyata dari Sherly..
Isi
pesan : “Gita aku minta maaf, kalau aku dan teman-teman untuk sementara
menjauhi mu. TBC itu penyakit yang sangat parah dan menular, kami tidak mau
tertular penyakit itu seperti kamu. Cepat sembuh ya Gita.”
Bagaikan ditusuk ribuan jarum, gadis
malang ini terkapar tak berdaya, butiran-butiran kecil air kini menggenangi
sudut matanya, tak kuasa lagi ia menahan, air mata itu semakin deras mengalir
di pipinya yang duu tak pernah ia ewati hari tanpa senyuman.
“Apa
ini balasan dari mereka? Setelah semua yang ku lakukan untuk mereka? Aku tak
minta banyak, saat ini aku Cuma membutuhkan sedikit motivasi untuk
membangkitkan semangat hidup ku. Tapi apa yang ku dapatkan??? Ya Allah, apakah
aku akan mati? Apakah semua akan berakhir sampai disini?
***
Seperti
biasa, embun dan mentari kembali menyapa.. menyapa senyum yang melekat di
setiap wajah-wajah.. namu tidak pada wajah peri yang kesepian ini..
“Aku lelah.. aku kesepian.. dimana kalian yang
ku anggap sahabat? Hari-hari yang ia lewati terasa buram, tak secerah dulu
lagi. Senyumnya yang indah tak tampak lagi melengkung menghiasi bibirnya. Lalu
seorang gadis bernama Rani, menghampiri bangkunya.
“Git,
kamu tau gak apa jawaban Allah saat kau curahkan semua keluh kesahmu?
“Ah
Rani, kamu bercanda saja. Mana mungkin aku mengetahui jalan cerita Allah.”
Jawab Gita pelan.
“Allah
berkata seperti ini : ‘Tenanglah sayang, ini bukan jalan buntu, tapi ini Cuma
sebuah belokan.’ Gita, kamu tidak akan pernah kesepian, karena kamu mempunyai
banyak orang yang menyayangi mu. Semangat dong, mana sosok Gita yang ku kenal
dulu? Yang tak pernah menyerah pada sang takdir.”
“Subhannaullah..”
Sontak Gita terharu mendengar ucapan temannya, teman yang selalu terkucilkan di
kelas itu. Kini menjadi sahabat yang benar-benar ada untuknya.
“Kini
aku paham, mana yang kawan dan mana yang lawan. Kini aku mengerti arti kesabarn
dan keikhlasan. Dan aku sadar betapa berharganya sedetik waktu dalam hidup ini.
Benar kata-kata bijak yang pernah aku baca, ‘jangan pernah menyesal bertemu
orang-orang dalam hidup ini, karena mereka telah mengajari kamu banyak hal yang
tidak pernah kau ketahui.”
Tag :
Cerita Karangan,
Cinta Yang Mengharukan dan Menyedihkan
By : catatannasantkj1Kisah Nyata Cerita Cinta Yang Mengharukan dan Menyedihkan
bulan berpacaran.Tetapi awal bulan
oktober sifat si wanita sudah mulai
berubah (karna orang ke 2), si pria
sudah mulai menyadarinya tetapi hanya
berdiam dan tersenyum.. :)
Tgl 9 oktober.
Saat malam mereka pergi ke sebuah
cafe, sang pria bertanya 'Apa ada
sesuatu yang ngebuat kamu bosen
sama aku ?' Wanita menjawab 'gak ada'
Si pria pun berusaha percaya dan tidak
berfikir negatif.
Tgl 10 oktober (anniversary 9 month)
Si pria menelpon kekasihnya, hingga
total 22 panggilan tak terjawab, lalu
sang pria mengirim BBM 'Aku tunggu
kamu jam 7 di PIK tempat biasa, kalo udah jalan hubungin aku'.
Si pria terus menunggu dan yakin
bahwa pacarnya akan datang, di saat
itu hujan sngat besar, sang pria terus
berusaha berfikir positif dan yakin
pacarnya akan datang Tgl 11 oktober
pukul 01.30 Si wanita bru membalas BBM
pacarnya 'Aku gak bisa dateng, ada
acara keluarga, maaf ya aku baru bls .
Tadi gak ada pulsa' (padahal pergi
karaoke n' hang out breng orang ke 2)
Ketika sore hari sesudah pulang setelah
jalan bersama
orang ke 2 si wanita bermaksud datang
ke rumah si pria supaya si pria gak
marah karena sejak malam sang pria
tidak menghubungi dia. Dia langsung
pergi ke rumah sang pria, dia melihat
pacarnya sudah tertidur di atas kain
putih dengan memegang cincin
'Keluarga si pria memberikan HP si pria
untuk di lihat oleh si wanita,betapa
kagetnya si wanita ketika melihat si
pria.
Sebelum meninggal sempat mem video kan lilin yang bertebaran di pantai yang
sudah mulai padam karna air hujan.
Pada saat itu si pria sudah menyiapkan
cincin untuk pacarnya dan juga kejutan
yang sangat indah.
Sang pria bertabrakan dengan trotoar
di daerah PIK dan mengalami
pendarahan otak sehingga tidak bisa di
selamatkan..
Tag :
Cerita Karangan,
Cerita Kancil Dan Buaya
By : catatannasantkj1 Cerita Kancil Dan Buaya
Ketika saya kecil saya sangat senang mendengar ataupun membaca sebuah cerita, salah satunya cerita tentang kancil dan buaya, maka dengan ini diblog kesayanganku ini saya postingkan juga cerita kancil dan buaya ini kembali, berikut ceritanya :
Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari.
Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak.
Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Wah….
bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian. “Kalau
cuma dua ekor masih sisa banyak nanti makanan ini. Ayo keluar semuaaa…!”
Kancil berteriak lagi.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. “Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu persatu.”
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,” kata Kancil.
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Awas kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
Ketika saya kecil saya sangat senang mendengar ataupun membaca sebuah cerita, salah satunya cerita tentang kancil dan buaya, maka dengan ini diblog kesayanganku ini saya postingkan juga cerita kancil dan buaya ini kembali, berikut ceritanya :
Suatu hari Si Kancil, binatang yang katanya cerdik itu, sedang berjalan-jalan di pinggir hutan. Dia hanya ingin mencari udara segar, melihat matahari yang cerah bersinar. Di dalam hutan terlalu gelap, karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai hutan. Dia ingin berjemur di bawah terik matahari.
Di situ ada sungai besar yang airnya dalam sekali. Setelah sekian lama berjemur, Si Kancil merasa bahwa ada yang berbunyi di perutnya,..krucuk…krucuk…krucuk. Wah, rupanya perutnya sudah lapar. Dia membayangkan betapa enaknya kalau ada makanan kesukaannya, ketimun. Namun kebun ketimun ada di seberang sungai, bagaimana cara menyeberanginya ya? Dia berfikir sejenak.
Tiba-tiba dia meloncat kegirangan, dan berteriak: “Buaya….buaya…. ayo keluar….. Aku punya makanan untukmu…!!” Begitu Kancil berteriak kepada buaya-buaya yang banyak tinggal di sugai yang dalam itu.
Sekali lagi Kancil berteriak, “Buaya…buaya… ayo keluar… mau daging segar nggak?”
Tak lama kemudian, seekor buaya muncul dari dalam air, “Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.” Kata buaya kedua yang juga muncul.
“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.
“Begini, maaf kalau aku mengganggu tidurmu, tapi aku akan bagi-bagi daging segar buat buaya-buaya di sungai ini,” makanya harus keluar semua.
Mendengar bahwa mereka akan dibagikan daging segar, buaya-buaya itu segera memanggil teman-temannya untuk keluar semua. “Hei, teman-teman semua, mau makan gratis nggak? Ayo kita keluaaaar….!” buaya pemimpin berteriak memberikan komando. Tak berapa lama, bermunculanlah buaya-buaya dari dalam air.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,” “Nanti aku akan menghitung satu persatu.”
Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentuk seperti jembatan.
“Oke, sekarang aku akan mulai menghitung,” kata Kancil yang segera melompat ke punggung buaya pertama, sambil berteriak, “Satu….. dua….. tiga…..” begitu seterusnya sambil terus meloncat dari punggung buaya satu ke buaya lainnya. Hingga akhirnya dia sampai di seberang sungai. Hatinya tertawa, “Mudah sekali ternyata.”
Begitu sampai di seberang sungai, Kancil berkata pada buaya, “Hai buaya bodoh, sebetulnya tidak ada daging segar yang akan aku bagikan. Tidakkah kau lihat bahwa aku tidak membawa sepotong daging pun?” “Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,” kata Kancil.
“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Awas kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,” kata buaya-buaya itu geram.
Si Kancil segera berlari menghilang di balik pohon, menuju kebun Pak Tani untuk mencari ketimun.
Tag :
Cerita Anak-anak,


